Kejadian Berulang Perampokan Mobil, Banyak Pengendara Tidak Peduli Keselamatan


JDDC - Kisah perampokan di mobil, merupakan cerita yang terus berulang. 
 
Kejadian ini sering terjadi bahkan sejak puluhan tahun lalu. 
 
"Peristiwa old fashion. Sudah sejak dulu, dan terus berulang," ungkap Jusri Pulubuhu, Training Director, Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC).
 
Namun, dari kejadian berulang itu, tidak banyak pengendara yang mengambil pelajaran.
 
Terakhir hari ini, sebuah penumpang Kijang Innova, mengalami perampokan di wilayah Depok, Jawa Barat.
 
Kaca tengah mobilnya dipecah perampok yang mengambil uang sebanyak Rp 80 juta.
 
"Kesadaran diri kita sangat lemah terhadap kejadian ini. Setelah kejadian ini beberapa hari kemudian lenyap," sebut Jusri lagi. 
 
Pria yang malang melintang dalam memberikan road safety ini menyebutkan dalam berkendara aspek keselamatan dan kenyamana jadi hal yang paling utama. 
 
Jusri menyebutkan ada 3 hal dalam aspek keselamatan dan kenyamanan berkendara.
 
"Pre Driving, driving dan post driving. Dalam seluruh kegiatan berkendara aspek ini jangan diabaikan," cetus Jusri.
 
Dalam aspek pre driving atau yang biasa disebut ERP (Emergency Response Plan).
 
"Dalam kasus perampokan di jalan, pengendara harus mengetahui bahwa kejadian ini pasti sesuatu yang direncanakan. Tidak terjadi secara spontan," jelasnya. 
 
Maka, untuk keamanan bisa menggunakan jasa petugas kepolisian membantu mengamankan perjalanan. 
 
"Pihak kepolisian sendiri menyatakan siap membantu untuk hal ini," jelasnya. 
 
Jika tidak memungkinkan, maka, pengendara harus tahu jalur atau spot berbahaya sepanjang jalan. 
 
"Sehingga bisa melakukan antisipasi. menghindari jalur tersebut," katanya. 
 
Hal lainnya, atur posisi duduk penumpang dan jangan sendiri. 
 
Ia juga mengatakan jangan pernah pergi dan pulang pada rute yang sama. 
 
"Titik-titik perjalanan ini biasanya sudah dipantau oleh perampok," sebutnya. 
 
Sementara dalam aspek driving lebih kepada mengantisipasi kejadian pada saat berkendara. 
 
Salah satu spot yang lemah adalah persimpangan.
 
"Atur kendaraan agar tidak terkena lampu merah, atau jika terkena tidak dalam waktu yang sangat lama yang memungkinkan pelaku beraksi," bilangnya. 
 
Dalam perjalanan dengan membawa uang dalam jumlah besar ini, menurut Jusri atur sebisanya tidak berhenti.
 
"Jika di jalan ada upaya mengganggu, misalnya ada asap atau ban bocor. Tetap tenang, jangan langsung berhenti dan jangan panik," paparnya. 
 
Jusri melanjutkan lihat sekeliling apakah aman dan tidak ada pihak atau kendaraan lain misalnya motor yang mencurigakan.
 
"Kalau laju mobil tidak ada masalah terus saja, abaikan pengendara yang mengatakan ada ban bocor," ungkapnya. 
 
Setelah sampai tempat atau tujuan juga jangan lengah.
 
"Tetap waspada dan lihat lingkungan sekitar, apakah ada orang atau kendaraan yang mencurigakan. Jika dilihat aman baru keluar dari kendaraan," tutupnya. 
 
(GridOto.com)

Road Safety Info