Hindari Kecelakaan, Sopir Bus dan Truk Harus Perhatikan Hal Ini


JDDC - Kecelakaan angkutan barang dan penumpang sering terjadi karena pengemudi terlalu lelah dalam perjalanan. Padahal kebugaran menjadi hal yang penting untuk konsentrasi pengemudi. Perilaku mereka untuk mengejar waktu agar cepat sampai tujuan yang kadang menjadi tingkat terjadi kecelakaan semakin tinggi.

Terkait hal ini, sebenarnya berapa lama para pengemudi truk dan bus lintas provinsi harus mengemudi dan beristirahat dalam mengoperasikan angkutannya?

Pendiri dan Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu mengatakan sebenarnya sudah ada aturan mengenai batas waktu operasi seorang pengemudi truk dan bus yang diatur dalam undang-undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 90 ayat 2,3 dan 4 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

"Jadi ada peraturan UU angkutan jalan raya 22 tahun 2009 itu sudah ada ketentuan. Itu angkutan barang dan pengemudi batas maksimal operasi 10 jam satu hari, dengan waktu istirahat satu jam setelah mengemudi empat jam. Jadi harus ikut aturan itu," kata Jusri pada Indozone, Jumat (24/1/2020).

Peraturan tersebut logis karena berkendara dalam waktu yang panjang akan menguras tenaga dan konsentrasi, sehingga dengan beristirahat, pengemudi pun dapat memulihkan tenaganya. Meskipun ada aturan tersebut, Jusri menyarankan agar pengemudi tidak memaksakan diri dengan standar aturan tersebut.

"Itu aturan dari sisi standar. Kan ada yang namanya regulasi sebelum berangkat istirahat dan itu harus dilakukan. Tadi jangan mengacu pada peraturan pemerintah saja. Kalau sampai masa istirahat ya istirahat, karena mereka yang merasakan dan tahu kondisi tubuhnya," tuturnya.

(Indozone.id)


Road Safety Info

 


Hal yang Harus

JDDC - Mengemudi menempuh perjalanan jarak jauh mengisi libur Natal dan Tahun Baru 2020 menggunakan

More


Perhatikan Ini Agar

JDDC - Hujan yang mengguyur Jakarta dari siang hingga sore ini, menyebabkan banyak ruas jalan di Ibu

More