Ini Penyebab Utama Kerusakan Ban Mobil


JDDC - Jangan asal mengisi tekanan angin ban mobil. Jika tidak sesuai dengan yang dianjurkan, si karet bundar berpotensi cepat rusak. Risiko terburuk mobil bisa mengalami pecah ban saat dikendarai saat kecepatan tinggi.

Saat berbincang dengan medcom.id di Jakarta, beberpa waktu lalu, Chief Instructor of Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, menjelaskan, efek tekanan angin yang berlebih (over inflation) akan membuat keausan ban di bagian tengah.

Selain itu, mobil juga terasa terombang-ambing saat digunakan. Ini situasi yang sangat berbahaya karena mobil cenderung sulit dikendalikan.

Mengisi angin yang berlebih juga dapat membuat tekanan di sisi pelek. Hal ini berpotensi membuat ban mudah rusak dan gampang meledak jika menabrak lubang atau benda lainnya di jalan.

Jusri menyarankan untuk tidak membawa beban atau muatan secara berlebihan.

Tujuannya agar kondisi ban lebih awet. Sebab, beban berlebih akan meningkatkan tekanan di ban.

Jika menggunakan ban standar bawaan pabrik mobil, besar tekanan yang dianjurkan harus sesuai dengan label info yang tertera atau menempel di tiang pintu pengemudi.

Atau di posisi lain yang ditunjukan dalam buku manual kendaraan.

Sedangkan andai mobil Anda menggunakan ban dengan tipe berbeda dan bukan standar bawaan pabrikan mobil, besar tekanan disesuaikan dengan anjuran merek tersebut.

Efek tekanan ban yang berlebih bisa bikin daya cengkram ban berkurang.

Tekanan kurang juga bisa bikin ban terkelupas dan bikin umur ban jadi lebih pendek alias tidak awet.

Menurutnya, berdasarkan hasil pengetesan, 80 persen kerusakan ban disebabkan tekanan angin yang tidak tepat.

Bisa jadi angin terlalu keras atau kurang angin. Untuk itu selalu pastikan tekanan ban mobil sesuai petunjuk dari pabrikan yang menempel di bagian pintu pengemudi.

(Medcom.id)


Road Safety Info

 




Saat Hujan, Pemotor

Pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengungkapkan, berteduh di bawah

More