Jitu Terhindar Dari Tabrakan Beruntun di Tol Layang Japek, Pengemudi Harus Tahu Hal Ini


JDDC - Minggu pagi kemarin (22/12/2019), terjadi tabrakan beruntun di Tol Layang Japek (Jakarta-Cikampek).

Kondisi seperti itu, so pasti membuat lalu lintas Tol Layang Japek sempat tersendat.

Menurut Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan PT Jasa Marga (Persero) Tbk Faiza Riani yang dilansir Otofemale.id dari Kompas.id, tabrakan beruntun itu terjadi di Kilometer 27.

Kecelakaan beruntun di Tol Layang Japek yang baru dibuka untuk umum seminggu yang lalu (15/12/2019), disebabkan oleh pengemudi yang kurang mengantisipasi laju kendaraan sehingga menabrak bagian belakang mobil di depannya.

Meski ini jadi kasus tabrakan beruntun pertama di Tol Layang Japek, namun hal serupa sudah sering terjadi di jalan tol.

Dikutip Otofemale.id dari Kompas.com, Pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu menilai dalam kasus tabrakan beruntun, acapkali pengemudi yang sudah siap mengantisipasi tetap ikut terlibat kecelakaan karena ketidaksiapan pengemudi lain yang ada di belakangnya.

Atas dasar itu, pencegahan tabrakan beruntun harus dilakuan bersama-sama.

Lebih lanjut diungkapkan bahwa hal pertama untuk mencegah terjadinya tabrakan beruntun adalah jangan melakukan perlambatan mendadak.

Sebab tidak semua pengemudi siap mengantisipasi. Selain itu, pemgemudi juga harus selalu siap dan tidak boleh kehilangan konsentrasi saat mengemudi.

Lalu bagaimana cara agar tidak terlibat tabrakan beruntun? Ada 2 tori yang harus dimengerti agar terhindar dari tabrakan beruntun.

TEORI 3 DETIK

Dalam dunia safety driving, untuk mengetahui jarak pengereman pakainya teori 3 detik.

Contoh dari teori tersebut Kalau kita bergerak, dari angka 60 kpj, untuk dapat per menitnya dibagi 1 jam (60 menit).

Angka yang didapat 1 meter dengan satuan menit dan kalau mau dijadikan per detik, maka harus dibagi lagi dengan 60 (detik).

Perhitungan dari teori ini, didapat 16 meter/detik dan kalau dijadian teori 3 detik, maka hasilnya adalah 48 meter/detik.

Dengan demikian pada saat Anda melaju 60kpj, mengantisipasi jaraknya aman sekitar 48 meter.

TABEL JARAK AMAN

Kementrian Perhubungan RI, juga miliki tabel jarak aman berkendara.

Dalam tabel tersebut, langsung diberitahukan kecepatan laju kendaraan dan jarak minimal dan jarak aman dengan kendaraan lain.

Kecepatan kendaraan dalam tabel tersebut dimulai dari 30kpj dan paling cepat adalah 100kpj.

Mau tahu jarak minimal dan jarak aman dalam tabel tersebut?

Untuk kendaraan yang melaju dengan kecepatan 30kpj, maka jarak minimal dengan kendaraan lain di angka 15 meter dan jarak amannya 30 meter.

40 kpj   = 20-40 meter
50 kpj   = 25-50 meter
60 kpj   = 40-60 meter
70 kpj   = 50-70 meter
80 kpj   = 60-80 meter
90 kpj   = 70-90 meter
100 kpj = 80-100 meter.

(otofemale.grid.id)


Road Safety Info

 


Hal yang Harus

JDDC - Mengemudi menempuh perjalanan jarak jauh mengisi libur Natal dan Tahun Baru 2020 menggunakan

More


Tol Layang Jakarta-

JDDC - Hindari melintas di tol layang Jakarta-Cikampek jika sebelum masuk gerbang tol sudah terasa

More

Tol Layang Jakarta-

Tol layang Jakarta-Cikampek masih menyimpan banyak kekurangan meski sudah komplit soal rambu dan

More