Etika Berkendara saat Terjebak Kemacetan


JDDC - Keselamatan berkendara harus menjadi perhatian semua pihak, menjaga jarak aman kendaraan salah satu kunci untuk meminimalisir kecelakaan. Tapi ada hal lain yang tak kalah penting dalam hal berkendara, yakni memahami etika yang baik dan benar saat terjebak di kemacetan.

Tujuannya, keselamatan dan kebaikan bersama. Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu memaparkan lima poin penting yang perlu dipahami saat berkendara, terutama di tengah kemacetan.

Patuhi Aturan Lalu Lintas

Saat berkendara rambu lalu lintas harus menjadi acuan utama sebagai panduan berkendara. Pahami dan patuhi rambu serta marka jalan. Hal ini tidak semata-mata dibuat untuk mengatur arus lalu lintas, melainkan untuk menciptakan ketertiban dan keselamatan seluruh pengguna jalan.

Sesuaikan Kecepatan dan Jaga Jarak Aman

Menjaga jarak sesuai kecepatan sangat penting, jangan berasumsi dan memaksakan jarak yang dekat karena takut didahului alias disalip kendaraan lain merupakan sebuah kebiasaan buruk. Semakin dekat jarak antar mobil maka risiko terjadinya benturan semakin tinggi.

BACA JUGA : SERING NAIK MOTOR SAAT MUSIM HUJAN, PERHATIKAN HAL INI AGAR TETAP AMAN

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?Happy Inspire Confuse Sad

Tidak Melakukan Manuver Berbahaya

Saat kondisi jalan macet, terburu-buru dan melakukan manuver dengan cara berpindah jalur, dengan harapan lebih cepat sampai adalah tindakah coroboh yang mesti dihindari. Selalu pastikan posisi kendaraan berada di jalur yang tepat sehingga tidak membingungkan pengendara lain. Nyalakan sein terlebih dahulu untuk meminta jalur.

Tak jarang kita jumpai sebuah mobil yang tampak terburu-buru di tengah kemacetan. Bermanuver dengan cara berpindah-pindah jalur dengan harapan lebih cepat sampai.

Tindakan ceroboh seperti ini malah dapat mengakibatkan senggolan dan memicu konflik. Selalu pastikan posisi kendaraan berada di jalur yang tepat sehingga tidak membingungkan pengendara lain. Nyalakan sein terlebih dahulu untuk meminta jalur. Setelah diberi kesempatan (ingat, bukan setelah ada kesempatan) baru perpindahan jalur dapat dilakukan.

Sabar dan Sopan

Saat berkendara kita akan menghadapi situasi dan kondisi yang bermacam-macam, atau bahkan di luar dugaan. Berpikiran positif dan sabar jadi paket lengkap untuk menjaga keselamatan saat kita berada di jalan. Tujuannya untuk menghindari konflik yang tidak perlu. Berikan ruang bagi kendaraan yang lebih kecil dan pejalan kaki saat berhenti di persimpangan.

Utamakan yang Mendapat Prioritas

Saat berkendara memperhatikan kondisi sekitar adalah hal utama. Selalu waspada dan berikan jalan bagi mereka yang mendapat prioritas seperti ambulans dan pemadam kebakaran. Membuat antrean yang tertib bisa membantu kendaraan emergency merespons kejadian dengan cepat. (medcom.id)


Road Safety Info

 
Saat Hujan, Pemotor

Pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengungkapkan, berteduh di bawah

More