Begini Teknik Teknik Eco Driving yang Benar


JDDC - Teknik berkendara eco driving sangat berguna jika pengemudi ingin mendapatkan efisiensi bahan bakar terbaik. Salah satu kunci berkendara ini dimulai dari menjalankan mobil pertama kali.
 
Pendiri dan Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, menjelaskan teknik eco driving sangat cocok untuk menghemat penggunaan bahan bakar. Bahkan untuk menjalanan mobil pertama kali pun ada triknya.
 
"Dengan menerapkan eco driving, pengemudi bisa mendapatkan efisiensi mobil dengan baik. Bensin lebih irit, dan pergerakan mobil lebih halus," ucap Jusri kepada Medcom.id melalui sambungan telepon.

BACA JUGA : KEMBALI BERAKTIVITAS, INGAT LAGI BAHAYA MENGEMUDI SAAT NGANTUK

Teknik bisa dilakukan untuk mobil bertransmisi otomatis maupun manual. Meski tekniknya sedikit berbeda, namun intinya adalah memulai pergerakan sehalus mungkin.
 
Untuk mobil bertransmisi otomatis, terbilang cukup mudah. Di mulai dengan menginjak pedal rem, kemudian memindahkan tuas perseneling ke posisi drive (D), dan angkat pedal remnya. Jika mobil sudah mulai bergerak, baru pedal gas di injak perjalan untuk memberikan tenaga.
 
Tidak jauh berbeda dengan mobil bertransmisi manual, di mulai dari menginjak pedal kopling dan memindahkan tuas perseneling ke posisi 1. Angkat pedal kopling perlahan, dan biarkan ban sampai menggelinding, dan baru ditambah tenaga dengan menginjak pedal gas.
 
"Intinya di mulai sehalus mungkin, sehingga mobil biarkan bergerak dahulu dan baru ditambahkan tenaga."
 
Teknik itu merupakan mengemudi dengan mengaplikasikan prinsip-prinsip dasar safety driving. Tujuan utama dari teknik ini adalah berkendara dengan efisien, hemat bahan bakar, dan mengurangi polusi yang dihasilkan oleh mobil kesayangan Anda.
 
Tak jauh berbeda seperi yang dibeberkan Jusri, berikut ini tekniknya seperti dilansir dari situs resmi Daihatsu.
 
1. Ganti Gigi
Jangan tunggu mesin meraung saat memindahkan perseneling mobil ke posisi yang lebih tinggi. Idealnya, mengganti perseneling dilakukan sebelum 2.500 RPM untuk mesin bensin dan 2.000 RPM untuk mesin diesel.
 
2. Kecepatan
Usahakan untuk mempertahankan kecepatan secara konstan atau stabil. Biasanya, pengemudi bisa mempertahankan putaran mesin di bawah 2.000 RPM untuk mencapai konsumsi bahan bakar paling efisien. Perlu diingat, setiap mesin memiliki konsumsi bahan bakar yang berbeda. Mesin 1.000 cc akan berbeda dengan mesin 3.000 cc di kecepatan yang sama.
 
3. Smooth Driving
Hindari pengereman dan akselerasi yang tidak perlu. Kalaupun terjebak di tengah kemacetan, berkendaralah dengan lembut. Injak pedal gas dan rem secara halus. Hindari berkendara dengan terburu-buru dan dadakan.
 
4. Tikungan
Saat menikung, tidak perlu melakukan akselerasi. Cukup memanfaatkan tenaga sisa sebelum berbelok. Ketika sudah berbelok, baru diinjak pedal gas seperlunya.
 
5. Tanjakan & Turunan
Pengemudi perlu menjaga kecepatan secara konstan dan putaran mesin tidak terlalu tinggi di kondisi jalanan menanjak dan turunan. Cara ini untuk menjaga kinerja mesin agar tidak bekerja terlalu keras saat menanjak ataupun turunan.
 
Teknik eco driving patut untuk diterapkan untuk mencapai konsumsi bahan bakar paling efisien dan ramah lingkungan.

(Medcom.id)


Road Safety Info

 

Teknik Deselerasi

Pengguna sepeda motor matik di Indonesia semakin hari semakin meningkat. Bahkan pada tahun 2017 lalu

More