Pilih Jas Hujan Tak Bisa Sembarangan, ini Tipsnya


JDDC - Memasuki musim hujan, tentunya pengendara motor harus mempersiapkan jas hujan. Jas hujan menjadi penting mengingat alat ini mampu membuat pengendara tidak kebasahan saat perjalanan.

Namun pembelian jas hujan kerap dianggap sepele oleh sejumlah orang, sehingga berakhir dengan membeli jas hujan yang salah.

Jusri Pulubuhu selaku Pendiri dan Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) mengatakan jas hujan yang tidak tepat dapat merugikan pengendara. Bahkan dari beberapa kasus, jas hujan yang tidak tepat dapat menyebabkan kecelakaan. Dirinya menyebutkan di lapangan banyak fakta kecelakaan terkait kesalahan jas hujan.

BACA JUGA : JURUS MENGHINDARI PENGEMUDI UGAL-UGALAN DI JALAN RAYA

"Jadi jas hujan itu harus tepat, terutama dari sisi bahannya. Bahannya harus gortex yang anti hujan alias waterproof. Kemudian dari sisi warna harus memilih warna yang terang, seperti putih, hijau stabilo, kuning, merah. Yang paling efektif itu putih dan hijau stabilo," ujar Jusri saat dihubungi OtoRider, Rabu (13/11).

Jas Hujan

Menurut Jusri penggunaan warna gelap dapat mengakibatkan tidak terlihat oleh pengendara lain. Hal ini disebabkan karena hujan yang deras mampu menurunkan pengelihatan pengendara. Sehingga jas hujan berwarna gelap tidak dapat terlihat pengendara lain.

"Jangan pilih yang gelap seperti abu-abu, hitam, atau biru gelap. Mengapa? Karena ketika hujan visibilitas seseorang itu menurun. Sehingfa warna-warna gelap tadi tidak mudah dicerna oleh indra mata. Sehingga ini dapat menjadi ancaman bagi keselamatan," lanjutnya.

Selain bahan dan warna, bentuk jas hujan juga perlu menjadi perhatian. Pengendara motor disarankan menggunakan jas hujan berbentuk two pieces, alias dua potong terdiri dari celana dan baju. Jusri tidak menyarankan penggunaan jas hujan ponco atau yang dijadikan satu atau yang seharga Rp 5 ribuan.

(otorider.com)


Road Safety Info