Pemotor Jangan Nekat Menerobos Aksi Demo di Jakarta


JDDC - Massa unjuk rasa dari mahasiswa akan kembali melakukan demonstrasi di sekitar gedung DPR RI, Jakarta.

Pengguna jalan diminta untuk tidak melewati daerah tersebut, selain karena ada penutupan jalan, aksi demo kadang diwarnai dengan kericuhan.

Terutama bagi pemotor yang bisa langsung terkena dampak unjuk rasa. Misalnya kena lemparan batu, gas air mata, atau terprovokasi aksi massa di sekitarnya.

Jusri Pulubuhu, Pendiri dan Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), berujar ada dua hal yang bisa dilakukan pengemudi saat menghadapi situasi chaos di jalan.

“Bagi pemotor sebaiknya ambil langkah preventif, dengan tidak menerobos barisan demo. Sebab demo yang damai kadang bisa rusuh,” ujarnya kepada Kompas.com (1/10/2019).

Langkah preventif juga bisa dilakukan sebelum berangkat, misal dengan mengecek jalur-jalur yang dilalui, atau memantau berita dari media. Dengan begitu kita dapat memilih jalan yang aman dari aksi unjuk rasa.

“Kalau kita terpaksa harus meeting, mungkin bisa dilakukan secara teleconference kan sekarang sudah banyak teknologinya. Itu juga salah satu langkah preventif yang bisa dilakukan,” ucap Jusri.

BACA JUGA : BAGAIMANA BERKENDARA AMAN SAAT MELEWATI DEMONSTRASI?

Sementara jika sudah terjebak, Jusri menyarankan pemotor untuk sebisa mungkin menyatu dengan para demonstran dan berpura-pura menjadi bagian dari aksi massa. Jika situasi memungkinkan untuk keluar kerumunan, segera keluar dan cari tempat paling aman. “Karena dengan begitu akan mudah diterima kerumunan lalu melarikan diri, ketimbang diam yang dianggap sebagai bentuk resistan atau melawan,” katanya.

(Kompas.com)


Road Safety Info