Teknik Deselerasi Mengandalkan `Engine Brake` di Motor Matik


Pengguna sepeda motor matik di Indonesia semakin hari semakin meningkat. Bahkan pada tahun 2017 lalu diperkirakan 82 persen dari sepeda motor yang dijual di Indonesia adalah model skuter matik (skutik).

Skutik memang menjanjikan kemudahan berkendara. Dibanding motor bebek ataupun motor sport yagn perlu gonta-ganti gigi, skutik dapat melaju di jalanan dengan hanya bermodal tuas gas dan pedal rem.

BACA JUGA : ATURAN MAIN PENGGUNAAN REM DEPAN DAN BELAKANG PADA SEPEDA MOTOR

Salah satu kemudahan yang ditawarkan motor matik memang pengereman yang hanya diletakan di kanan dan kiri gagang kemudi dan dihilangkannya tuas kopling untuk mengganti gigi. 

Kemudahan ini di sisi lain membuat fungis engine brake yang dapat membantu pengereman kendaraan menjadi lebih tidak optimal.
Hal ini kemudian berimbas pada pada cara pengereman skutik dengan motor manual yang menjadi sedikit berbeda.

"Di skutik itu enggak ada engine brake yang optimal seperti motor manual. Jadi kalau rem darurat usahakan throttle --tuas gas-- jangan ditutup maksimal," terang Pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting, Jusri Pulubuhu.

Menurut Jusri jika tuas gas tidak ditahan sedikit saat melakukan pengereman, maka kondisi skutik akan seperti motor manual yang ditarik penuh pedal koplingnya, alias hanya mengandalkan rem tangan dan kaki saja.

BACA JUGA : BEGINI TEKNIK PENGEREMAN SEPEDA MOTOR DI JALAN BERPASIR

BACA JUGA : BODI 'KALENG' AVANZA BUKAN ALASAN UNTUK TEROR BOM MOBIL

"Ketika rpm-nya di bawah 2 ribu, itu langsung seperti motor (manual) ditarik tuas koplingnya, nyelonong gitu. Jadi usahakan gas itu jangan ditutup penuh," terang Jusri.

Lebih lanjut Jusri menegaskan pentingnya engine brake ini. Menurut dia meski pengaruhnya tidak sebesar rem tangan dan kaki, namun engine brake dapat membantu mengurangi beban kerja pada rem tangan dan kaki.
"Karena rem tangan dan kaki tidak akan maksimal kalau tidak dibantu dengan engine brake," tutup Jusri. (kumparan.com)


Road Safety Info